Sabtu, 13 Maret 2010

20 September 2009 Masehi / 01 Syawal 1430 H

Saat semua mata terlelap tenang sambil mendengar gema namaMU dikumandangkan, mataku tetap terbuka meneteskan bulir-bulir kepedihan dengan galaunya hatiku...

Saat semua insan bersuka cita menyambut pagi indah hari yang fitri, aku terduduk sendiri menangisi hancurnya hari fitriku...

Saat semua bibir tersenyum berkata 'Minal aidin ya....', aku terduduk disini bermuram hati menahan luka yang berdarah lagi...

Saat semua orang merasakan kebahagiaan karena hari kemenangannya, aku terpuruk disini dengan kekalahanku melewati jalanMU...


Aku selalu melewati jalan yang sama, walau aku tau jalan itu penuh duri tapi tetap saja kulewati...

Meski aku tau darah sudah membanjiri langkah-langkahku tapi aku masih saja tetap melangkah...

Lalu aku harus kemana? Aku tak tau mau kemana.
Aku ingin arah tujuanku adalah ENGKAU, tapi kemana arahnya? Bagaimana aku melangkah dengan keadaan begini?

Sekarang langkahku terhenti lagi, karna aku ragu untuk menentukan arah langkahku selanjutnya, mau kemana aku? Aku harus bergegas melangkah, semakin lama aku terdiam merenung disini, semakin dalam pula duri-duri itu menusuk kakiku...

Aah, seandainya saja di dunia ini hanya ada aku dan ENGKAU....

0 komentar:

Posting Komentar